Rabu, 19 Januari 2011

Sekolah di Singapura Ganti Buku dengan iPad


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiENBbv14cnsWxHbqrWHnjubdmWIGNcQXPACm7lGEflTJhGakK7C3AoCU7Mk7LsWq1dnqQNzHCwuf_ZWppnl4hGFrU_n8FQD-C-1k3YcQ9EA81JjhreXY_5QNqvI32GZiuhzQ85F_W5cBd6/s1600/FOTO+INILAH+PENYEBAB+IPAD+HARAM+DI+ISRAEL+Gambar+Bahaya+Apple+Ipad+Sebabkan+Interferensi.jpg
Empat sekolah di Singapura mulai meninggalkan buku teks, mereka kini beralih ke iPad, komputer tablet bikinan Apple. Para murid tak perlu lagi membawa tas berat berisi buku-buku tebal dan notes, mereka hanya perlu menenteng iPad saat pergi bersekolah.


Satu sekolah yang sudah melakukan itu, Nanyang Girls High School. Sekolah menegah atas itu telah menggelontorkan duit sekitar 100 ribu dolar Amerika atau sekitar Rp 903 juta untuk membeli 150 iPad untuk 140 muridnya dan 10 guru di sekolah itu.


Para murid dan guru tak perlu repot-repot ke perpustakaan atau pergi ke borders, sebuah toko buku di Singapura. Mereka tinggal tersambung dengan internet, berselancar dan mengunduh buku serta berbagai bahan pelajaran. Mereka juga bisa menulis catatan di iPad dan menggunakannya untuk presentasi.


"Jauh lebih nyaman," kata Chloe Chen, 14, yang sedang duduk di kelas sambil melototi iPad di depannya. "Guru-guru hanya perlu memberitahu kami, situs-situs yang harus dikunjungi, dan kami bisa langsung mengerjakan tugasnya," kata Chloe.


Kepala kurikulum Nanyang Girs School, Seah Hui Yong mengatakan memilih iPad semata-mata demi mengenalkan metode belajar dan mengajar yang baru. Para murid diberi kebebasan untuk belajar, mereka tidak lagi harus belajar dengan metode kuno dan harus duduku berjam-jam di dalam kelas. "Bukan karena iPad-nya," kata Yong. Menurut dia, bila ada gadget yang lebih bagus dari iPad sekolah juga siap menggantinya.


Sedangkan guru fisika dan teknologi informasi Mark Shone mengatakan anak didiknya tidak butuh waktu lama untuk menyesuaikan diri dengan iPad. "Yang perlu dilatih justru guru-gurunya, mereka lebih lama untuk terbiasa," ujarnya. Tantangan bagi murid, kata Mark, bagaimana mengarahkan mereka untuk mengunjungi situs yang tepat dan mencegah mereka dari kecanduan iPad.


Selain Nanyang Girls High School, tiga sekolah lainnya, yakni Tampines Secondary School, Nanhua Primary School dan Dunman Secondary School.


REUTERS | POERNOMO GR | tempointeraktif.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar