Selasa, 18 Januari 2011

Masjid Kembali Penuh dan Adzan di TV Berkumandang Lagi Setelah Ben Ali Jatuh

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYdWpWY9smIkr-RWG5kUBO3ANMT4_AwcA74z7rE_SUDRs9KIifxFMCZ3YxGQbm9e5IeZjUyotdXolir54W-Iaczh6vdqHQcO9aqPzdtuZP93ARIE8cRYGdIUoUem7YIEKVjoh_dsLT_1o/s1600/Masjid+di+Tunis.jpg

Ribuan warga Tunisia secara terbuka telah menyelenggarakan shalat berjamaah di masjid-masjid setelah revolusi bersejarah yang berhasil menggulingkan mantan presiden Zine El Abidin Ben Ali dari kekuasaannya.

Laporan mengatakan pertemuan keagamaan dan shalat 5 waktu diadakan di masjid-masjid dan ruang-ruang terbuka di berbagai bagian negeri itu.

Sementara itu, beberapa saluran TV Tunisia telah kembali menyiarkan kumandang Adzan lima kali sehari dengan memotong program acara televisi yang sedang berlangsung.

Ben Ali selama ini telah menerapkan agenda anti-Islam yang ketat selama kekuasaannya atas negara Afrika Utara tersebut.

"Dia (Ben Ali) menentang adanya penyiaran Adzan, menunda sholat Jum'at di masjid selama pemerintahannya," kata situs bahasa Arab Al-Mofakirat Al-Islam dalam laporan tentang kebebasan beragama di Tunisia.

Dalam upaya untuk meniru negara-negara Barat, dinasti Ben Ali juga menerapkan hukum yang ketat terhadap pakaian Islami.

Presiden yang digulingkan itu juga sangat menentang hijab (busana Muslim) dan memberlakukan larangan terhadap banyak wanita muslimah yang berjilbab," kata situs Al-Mofakirat Al-Islam.

Sebagian besar penduduk negara Tunisia adalah Muslim dan berkomitmen untuk nilai-nilai Islam.

23 tahun Ben Ali berkuasa dengan kediktatorannya - yang kekuasaannya dirusak oleh pelanggaran hak asasi manusia dan penyiksaan - akhirnya berakhir pada awal bulan ini setelah berminggu-minggu aksi protes jalanan berlangsung.

fq/prtv/eramuslim.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar